Asal Usul Terciptanya Karpet Merah

Karpetdunia.com –  Karpet merah ini adalah fokus dari pengalaman akhir-akhir ini ketika orang-orang penting dan bintang menghadiri Oscar, upacara penghargaan lainnya, acara penting dan pemutaran perdana film-film terbaik. Karpet merah yang ikonik tampaknya memisahkan bintang-bintang film yang berjalan di atasnya bersama kita semua, orang awam.

Dalam karya-karya seni Renaissance, karpet merah sering kali muncul, biasanya dalam bentuk permadani dari Timur dan dengan pola yang sangat rumit. Hal ini bisa dilihat di dalam lukisan-lukisan tentang para dewa, orang suci dan kerajaan. Mengapa karpet merah? “Merah adalah warna yang sudah sejak lama diasosiasikan dengan gengsi, keluarga kerajaan dan aristokrasi,” kata Stanfill. “Warna merah gelap merupakan warna paling dihargai karena sulit untuk dibuat dan paling mahal.” Pewarna atau sepuh Cochineal yang berwarna merah gelap dahulu – dan masih sekarang juga – dibuat dari serangga kecil bernama cochineal dan dipergunakan di abad 15 oleh orang-orang Aztec dan Maya di bagian utara dan tengah Amerika untuk mewarnai kain. Pada abad 17 pewarna cochineal menjadi barang ekspor dengan nilai tinggi. Asal usul frasa ‘penyambutan karpet merah’ diperkirakan muncul di awal abad 20
Karpet merah sejak masih terus melambangkan status tinggi.

Di Georgetown, Carolina Selatan, pada tahun 1821, kedatangan presiden Amerika Serikat James Monroe ditandai dengan diletakkannya karpet merah untuk menyambutnya di darat ketika ia tiba di sana dengan menaiki sebuah kapal. Sejak saat itu Karpet merah menjadi standar dalam bandar idn poker penyelenggaraan acara-acara penting yang melibatkan para pemuka politik. Asal usul frasa ‘penyambutan karpet merah’, misalnya diperkirakan muncul di awal abad 20, ketika karpet merah juga dipakai oleh perusahaan kereta api. Kereta api penumpang ekspres yang eksklusif dan dikelola oleh New York Central Railroad pada tahun 1902 menyambut para penumpangnya di atas kereta dengan karpet merah, yang juga membantu memandu mereka menaiki kereta.

Baca juga : Tips Memilih Karpet Ruangan Minumalis

Senyum di depan kamera

Baru pada sekitar tahun 1920 lah, Karpet merah dan Hollywood menjadi satu kesatuan tunggal. Tahun 1922 karpet merah panjang dibentangkan di depan Egyptian Theatre untuk menyambut pertunjukan perdana film Robin Hood, yang diperankan oleh Douglas Fairbanks. Dan dalam dasawarsa-dasawarsa berikutnya, karpet merah menjadi salah satu dari sedikit tempat di mana masyarakat umum dapat melihat sekilas bintang-bintang karismatik seperti Clark Gable, Jimmy Stewart dan Grace Kelly.

Lalu, pada tahun 1961 karpet merah dipasang di acara Piala Oscar atau Academy Awards di Santa Monica Civic Auditorium. Beberapa tahun kemudian, para penyiar upacara ini memilih untuk juga memfilmkan keadaan di luar gedung, dengan menunjukkan suasana saat para tamu berdatangan dengan mobil limousine mereka. Sejak tahun 1964, karpet merah diakui secara global sebagai titik fokus bagi para aktor dan aktris ketika mereka tiba dengan segala kegemparan download idnplay apk dan mempertontonkan diri di acara Piala Oscar. Mempertunjukkan diri memang inti dari karpet merah Hollywood, dan penampilan di atas karpet merah yang masuk dalam sejarah cenderung berupa momen-momen berani, penampilan yang gemerlapan dan penuh gaya – yang kesemuanya menunjukkan rasa percaya diri, kemewahan, provokasi dan individualisme. Setelan celana dan atasan tembus pandang berhiaskan manik-manik, karya perancang Arnold Scaasi, yang dikenakan Barbra Streisand pada tahun 1969 mendapatkan perhatian sama banyaknya dengan piala aktris terbaik yang diraihnya untuk film Funny Girl.

Pakaian siapa yang dipakai?

Dewasa ini, karpet untuk acara Piala Oscar merupakan karpet yang luar biasa besarnya dengan ukuran sekitar 1.500 meter persegi. Untuk memasang karpet ini diperlukan dua hari dan makin menjadi fokus perhatian kehebohan media massa setiap tahunnya. Intensitas pemeriksaan dan kritikan juga makin meningkat, dengan adanya teknologi baru seperti GlamCam360 dan ManiCam. Sebagian besar perancang besar kini menciptakan gaun khusus untuk karpet merah. Kesepakatan ‘Bayar untuk pakai’ dengan para desainer kini menjadi hal yang biasa, dan begitu juga halnya kesepakatan dengan para penata gaya. Mungkin karena alasan inilah, para aktris semakin berusaha mengenakan pakaian yang aman dengan gaya yang feminin dan sudah pasti terlihat membuat bertambah cantik. Belakangan ini juga makin berkembang gaun-gaun ala putri raja, dengan warna pastel, seolah-olah karpet merah kembali ke akarnya dengan membentangkan diri untuk para putri negeri dongeng kontemporer.