Harga Karpet Yang Di Lelang Di Museum Art Jakarta 2018

Karpetdunia.com – Ada sesuatu yang menarik tentang pasar pameran seni di Jakarta 2018. Terletak di lorong di pintu masuk ruang pasar di Ballroom Pacific Place, dengan karpet dengan motif unik dan menyenangkan. Undang pengunjung untuk menangkap dan memeriksa permadani. Ternyata, karpet adalah karya seni yang dihadirkan untuk menyentuh simpati pengunjung sambil menikmati karya seni karena karpet ini dilelang. Pelelangan diadakan pada jam 4:00 malam. siang ini.

Karpet yang biasanya dijadikan alas di ruang tamu atau di kamar dan diinjak-injak, kini derajatnya ‘naik’. Karpet-karpet dengan motif yang menarik ini bahkan bisa menjadi hiasan dinding yang unik. Para seniman muda Indonesia mendesain motif-motif karpet yang dilelang untuk disumbangkan ke Yayasan Mitra Museum dan Yayasan Jantung Sehat. Mereka adalah karpet dan instalasi anjing dan lampu di dinding antara lain Abenk Alter, Aditya Novali, Bambang Toko, Darbotz, Hendra Hehe Harsono, Indieguerillas, Mujahidin Nurrahman, Radi Arwinda, Roby Dwi Antono dan Wedhar Riyadi.

Karpet –karpet ini bermotif kekinian, ada yang bermotif komikal, ada pula yang abstrak, bunga-bunga atau wajah manusia. Beberapa pengunjung muda terlihat tertarik mendekat ke daftar judi slot terbaru karpet-karpet karya para seniman ini. “Yang ini lucu banget, sayang kalau diinjak,” ujar salah satu pengunjung saat melihat karya Indieguriellas, duo seniman asal Yogyakarta.

Direktur Kreatif Art Jakarta Art Jakarta 2018, Rifky Effendi mengatakan bersama tim memilih sesuatu yang menarik,ikonik untuk pengunjung. Pilihan itu jatuh kepada karpet. “Ya pada akhirnya apakah mau dipakai sebagai karpet atau hiasan dinding seperti lukisan tidak masalah karena banyak faktor dari pembeli seperti masalah teknis atau mediumnya,” ujar Rifky kepada Tempo.

Baca juga : Bersihkan Karpet Kotor Setelah Lebaran

Mereka memilih para seniman yang punya nama dan bersedia untuk menyumbangkan karyanya sebagai karya yang dilelang untuk disumbangkan. Harga lelang, kata dia minimal menutup biaya produksi. “Kalau tidak salah minimal Rp 15 juta, tapi itu tergantung tingkat kesulitan dan motifnya,” ujarnya lagi.

Selain karpet, ada pula karya seni beberapa seniman seperti Darbotz dan Naufal Abshara yang menjadikan lemari es sebagai medium untuk melukis. Karya kreatif ini bekerja sama dengan salah satu merk alat rumah tangga . Hasil lelang lemari es ini juga akan disumbangkan ke DoctorSHARE. Pada tahun lalu pun digelar lelang untuk daftar sbobet88 indonesia sneaker costum dan beberapa barang seni lainnya. Harga termahal saat itu terjual Rp 30 juta dari piring karya Aditya Novali.

Pasar seni Art Jakarta sendiri menghadirkan 51 galeri dari dalam dan luar negeri yang menjual ribuan karya ratusan seniman. Bursa seni ini dihelat mulai 2-5 Agustus 2018.